***
Fatimah sudah di pindah kan ke rumah sakit Pak Wijaya, di sana Fatimah mendapat perawatan terbaik, walau pun segala cara sudah di lakukan, tapi masih belum ada perkembangan.
“Assalamu'alaikum, Eh ada Pak Wijaya dan Bu Ratih rupanya.” Sapa ibu saat melihat pasangan suami-istri itu di ruang rawat Fatimah dan mengulas senyum tulus.
“Walaikumsalam, iya Bu kami inggin melihat keadaan Fatimah, saya merasa ada sesuatu yang baik akan terjadi.” Kata Bu Ratih yang penuh dengan harap, atas kesembuhan Fatimah.
“Ammiin, semoga Allah mendengar doa kita Bu, sudah dua bulan lebih Fatimah tak sadarkan diri, kadang saya terpikir hal-hal negatif, tapi saya sadar tidak boleh su'udzon pada Allah.” Ibu berkata sambil tertunduk, menahan rasa sakit dan sesak di dada.
“Kita berdoa yang terbaik saja Bu, smoga Fatimah lekas sembuh.” Bu Ratih mencoba menguat kan hati Ibu.
Tak lama saat mereka tengah asik mengobrol, ada seorang laki-laki tampan, bertubuh atletis, dan berambut hitam pekat masuk ke dalam ruang perawatan.
“Assalamu'alaikum.” Sapa laki-laki tersebut.
“Waalaikumussalam.” Jawab mereka yang ada di ruangan secara bersamaan.
“Kamu sudah datang nak, gimana perjalanan nya, lancar kan?” Bu Ratih bertanya pada anak nya.
Ya laki-laki tersebut adalah anak Pak Wijaya dan Ibu Ratih, Ardhan adalah pengusaha muda yang sukses.
(Tuh sudah author kasih bocoran dikit).
“Iya Ma, Alhamdulillah tidak ada kendala apa pun.” Jawab Ardhan sambil tersenyum ramah.
“Oh ya nak kenal kan, ini Ibu nya Fatimah.” Kata Bu Ratih memberi tahu anak nya.
“Perkenal kan nama saya Rafardhan Athallah, tapi Ibu bisa panggil saya Ardhan.” Ardhan memperkenalkan diri kepada Ibu nya Fatimah sambil mencium punggung tanggan Ibu nya Fatimah.
*Rafardhan Athalla arti atau makna nya adalah, laki-laki yang memancarkan sinar cahaya sebagai anugrah tuhan*
“Oh ini anak Bu Ratih, yang pernah Ibu cerita kan waktu itu. ” Jawab ibu Fatimah.
“Iya ini anak nya Bu, yang perna saya ceritakan.” ucap ibu Ratih.
***
Sejak hari itu, Ardhan sering berkunjung bersama Mama nya atau pun Papa nya, saat berkunjung Ardhan sering melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran karna dia yakin dengan cara itu Fatimah akan lebih cepat pulih, dan benar saja saat Ardhan sedang melantunkan Qur'an surah Ar-Rahman, tiba-tiba air mata Fatimah mengalir dan tangan nya bergerak, tanpa sepengetahuan Ardhan, Fatimah telah membuka matanya.
“Dimana aku? Kenapa aku serasa tertidur lama sekali? Tapi kenapa? Ada apa dengan bayangan ini, bayangan apa ini?
Kenapa serasa aku bisa melihat orang-orang yang belum pernah aku temui dan suara siapa ini, apa ini suara mas Fahril? Bukan ini bukan suara mas Fahril, tapi suara ini sangat menyejukkan hati ku, kenapa mata ku susah tuk di buka, ya Allah kenapa ini, kenapa aku tidak bisa bergerak dan tidak bisa membuka mata ku?” Ratapan hati Fatimah yang hanya bisa mengeluarkan air mata.
“Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah beri lah hamba-Mu ini kesempatan, tuk memperbaiki diri.” Permintaan Fatimah di dalam hati nya.
Saat itu juga mata Fatimah terbuka, betapa terkejutnya Ibu Fatimah dan Ibu Ratih, tapi tidak dengan Ardhan karna dia sangat khusyuk membaca Al-Qur'an nya.
“MasyaAllah Bu Ratih, Fatimah membuka mata nya. ” Ibu berucap lirih dan air mata sudah mengalir tanpa perintah.
“Nak, Fatimah sudah sadar. ” Ibu Ratih menyentuh pundak Ardhan.
Ardhan hanya memperhatikan dalam diam.
“Alhamdulillah nak, kamu sudah sadar, Ibu akan panggil kan dokter dulu.” Kata Ibu Fatimah penuh suka cita.
🌹🌹🌹
“Kondisi pasien, sudah mulai berangsur membaik, tapi labih pasti nya kita akan melakukan pengecekan menyeluruh, untuk mengetahui perkembangan nya.” Ucap sang dokter.
Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, Fatimah dinyatakan sudah sadar sepenuhnya, tapi badan nya belum bisa di gerakan secara leluasa.
“Dok, kenapa badan saya susah di gerakkan, terutama pada kaki saya.” Fatimah berkata dengan wajah yang binggung.
“Itu wajar terjadi pada pasien yang baru sadar dari koma, tapi dengan melakukan terapi rutin keadaan Anda akan kembali pulih lagi.” Dokter pun menjelaskan dengan telaten.
“Kalau tidak ada pertanyaan lagi, saya permisi dulu.” Pamit sang dokter
“Baik dok, terimakasih.” Kali ini pak Wijaya yang menjawab.
“Apa yang kamu rasa kan nak, bagian mana yang tidak enak?” Ibu bertanya dengan antusias.
“Tidak ada Bu.” Jawab Fatimah masih dengan suara yang masih terdengar lemah.
“Berapa lama Fatimah koma, Bu?” Tanya Fatimah ke pada ibu nya.
“Kamu sudah tidak sadarkan diri selama tiga bulan nak, kenapa memang nya nak?” Jawab Ibu sembari bertanya lagi.
“Tapi serasa sudah bertahun-tahun dan aneh nya lagi kenapa aku serasa kembali ke masa lalu dan kenapa juga orang itu tadi menunjukkan masa depan ku, seakan-akan itu memang benar terjadi, tapi saat aku mau melihat lagi tiba-tiba aku di tarik oleh bacaan Al-Quran yang sangat syahdu di pendengaran ku.” Batin Fatimah.
“Nak, sayang kenapa kamu jadi bengong.” Ibu nampak heran melihat Fatimah yang sedang melamun.
“Eh tidak Bu, tadi suara siapa yang mengaji Bu? Suara itu lah yang menuntun ku kembali sadar.” Fatimah bertanya, karna rasa penasarannya.
“Oh tadi itu suara nya nak Ardhan, anak nya pak Wijaya yang pernah kamu selamat kan sekitar kurang lebih lima bulan lalu.” Jelas Ibu, yang menjawab rasa penasaran Fatimah.
🌹🌹🌹
Ayo penasaran ya sama Ardhan dan Fatimah? Ikutin terus ya biar pada tau gimana lanjutannya.
Apakah Fatimah akan berjodoh dengan Ardhan atau malah sebaliknya??
Apakah Fatimah bisa kembali bahagia?
0 komentar: